Kepulauan Raja Ampat
Atas-Bawah Sama Menawannya
Raja Ampat di Papua Barat terlanjur dikenal sebagai salah satu lokasi menyelam terbaik di dunia. Predikat ini jelas membanggakan. Padahal banyak lokasi wisata non diving-nya yang juga tak kalah menawan.
Menyebut nama Manta Point, P47 Thunderbolt Wrecplane, Mike’s Point, Andy’s Ultimate, Melissa’s Garden, Anita’s Garden, Alex’s Rock, Marit’s Mount, atau Edi’s Black Forest, perhatian orang segera tertuju pada titik menyelam (divespot) yang ada di Raja Ampat. Nama-nama tersebut hanyalah sebagian kecil dari ratusan divespot yang ada di Raja Ampat.
Begitu terkenalnya Raja Ampat sebagai lokasi diving, nyaris saja orang melupakan wisata lain yang berada di atas yang juga tidak kalah menariknya. Terutama bagi mereka yang tidak suka diving atau belum mahir menyelam hingga ke dasar laut.
Raja Ampat memang menawarkan pilihan wisata yang begitu variatif. Anda bisa menikmati wisata bahari mengelilingi ratusan pulau kecil dengan menyewa speedboad. Pilih speedboat yang ramping agar bisa menyelip di antara pulau-pulau kecil yang indah. Anda bakal merasakan sensasi tak terperi saat boat menyelip di antara pulau-pulau kecil itu sambil Anda mengabadikan gambar dari jarak jauh.
Ratusan pulau di Raja Ampat rata-rata berbentuk bukit-bukit karang kecil warna hijau oleh aneka pepohonan yang tumbuh di atasnya. Salah satu di antaranya ada pulau karang berbentuk lancip seperti pensil sehingga disebut Pulau Pensil.
Lokasi untuk melihat lanskap unik khas kepulauan ini antara lain di Teluk Kabui yang menyerupai labirin dengan dinding-dinding karang eksotis. Di antara pulau-pulau yang tersebar terdapat sejumlah gua alam yang menjadi tempat sarang ratusan kelelawar. Ada juga pulau yang terdapat beberapa tengkorak dan tulang-tulang manusia. Tidak ada yang tahu pasti siapa yang dimakamkan di sana.
Puas di sana, Anda dapat melanjutkan ke Eden Bay, teluk unik yang memiliki padang pasir di bawah genangan airnya.
Pilihan lainnya adalah Kepulauan Wayag yang memiliki pasir putih dan pantai biru muda yang sebagian kecil dari keindahannya dapat Anda lihat tanpa perlu masuk ke dalam laut atau menyelam. Pulau Wayag yang menjadi ikon Raja Ampat memiliki banyak bukit karang yang menantang untuk didaki guna melihat pemandangan menakjubkan dari puncaknya.
Bagi yang hobi berenang, Anda dapat ber-snorkeling untuk menikmati keindahan bawah laut tanpa harus lebih jauh masuk ke dalam laut. Hampir semua divespot menjadi pilihan untuk snorkeling. Kalau Anda juga tak suka snorkeling, cukup bersantai di sejumlah pantai pasir putihnya. Hampir sebagian besar pulau-pulau di Raja Ampat berpantai dengan pasir putih halus nan bersih.
Anda juga dapat memberi makan aneka ikan warna-warni di pantai Selat Dampier layaknya memberi makan ikan-ikan di akuarium raksasa tanpa batas. Lokasi Selat Dampir adalah salah satu kawasan konservasi laut di Distrik Meosmansar, Pulau Waigeo Selatan. Masyarakatnya sangat menjaga kelestarian hidup ikan dan terumbu karang di dasar perairannya. Di Pantai Waiwo, Pulau Waisai Anda juga bisa memberi makan ikan di laut yang berair jernih.
Pilihan lainnya birdwatching yakni melihat satwa burung terutama Cenderawasih. Lokasinya di Bukit Hau, Kampung Sawinggrai, Pulau Gam. Burung khas Papua ini berbeda dengan Cendrawasih yang ada di daratan Papua. Bulu Cenderawasih di Raja Ampat didominasi merah sehingga disebut Cenderawasih Merah. Di bukit ini, selain Cenderawasih Merah juga ada burung kakatua raja, kakatua putih, merah, nuri, dan maleo. Pulau Gam dapat ditempuh dengan speedboat sekitar 35 menit dari Waisai.
Menurut Udin, pemandu wisata setempat, tidak semua pengunjung beruntung dapat melihat burung Cenderawasih saat ‘bercinta’. “Waktu terbaik melihatnya mulai pukul 6 pagi dan pukul 4 sore. Biasanya Cendrewasih bermain di atas Pohon Lolan dengan ketinggian sekitar puluhan meter di perbukitan,” tuturnya.
Agar berhasil berhasil melihat burung asli Papua itu, imbuh Udin, sebaiknya jangan berisik supaya burung-burung Cenderawasih itu mau menclok di atas dahan pohon Lolan. Jika ingin memotret, sebaiknya membawa kamera lensa tele minimal 200 meter.
Masih banyak aktivitas non diving yang dapat dilakukan di Raja Ampat. Selain menjelajahi pulau, Anda bisa bermain kayak, memancing menggunakan cara tradisional Papua, trekking ke air terjun, memberi makan kus-kus, membeli kerajinan anyaman di Arborek, melihat lukisan telapak tangan manusia dan hewan yang sangat besar di gua pra sejarah diTomolol, serta menyaksikan beragam kesenian berupa tari-tarian tradisional saat penyelenggaraan Festival Budaya Raja Ampat. Dan tentu saja memotret pemandangan alam maupun kehidupan masyarakatnya.
Menurut Kepala Dinas Kebudaya dan Pariwisata Yusdi Lamatenggo, Kabupaten Raja Ampat terbentuk 6 tahun lalu, dengan ibukota Waisai. Kabupaten yang berpenduduk 31.000 jiwa ini memiliki 610 pulau, namun baru 35 pulau yang berpenghuni. Bahkan sebagian besar belum bernama. Luas wilayah sekitar 46.000 Km2 terdiri atas 6.000 Km2 berupa daratan dan 40.000 Km2 lagi lautan. Empat pulau besarnya adalah Misool, Salawati, Batanta, dan Waigeo.
Untuk mencapai Waisai, wisatawan biasanya menggunakan pesawat udara menuju Kota Sorong yang dilanjutkan dengan transportasi laut ke Waisai. Sedangkan alat transportasi laut dari Sorong ke Raja Ampat baru ada 2 kapal ferry biasa setiap hari dengan waktu tempuh sekitar 3 jam dan 2 kapal ferry cepat dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. Kapal tersebut berangkat tiap hari pukul 14.00 WIT dengan biaya Rp120 ribu per orang untuk ferry cepat dan Rp100 ribu untuk ferry biasa ekonomi.
“Kalau mau lebih cepat, bisa carter speedboat dengan biaya Rp5 juta pulang-pergi,” jelas Yusdi.
Di Waisai Anda bisa mencari hotel-hotel murah bertarif Rp300.000 - Rp400.000 per orang. Ada juga pilihan berupa resort mewah dengan tarif Rp2-3 juta per orang. Sepadan dengan view kamar menghadap pemandangan pantai termasuk paket penjemputan ke Sorong. Pemkab juga memiliki penginapan yang menawarkan paket inap sekaligus diving, yakni Wasai Beach Hotel dan Arcopora Resort.
Di sini juga ditawarkan sistem paket selama sepekan dengan biaya Rp6-8 juta. Dengan catatan Anda mau share kapal minimal 7 orang untuk keliling pulau-pulau dan menginap di homestay atau rumah penduduk yang jauh lebih murah daripada resort.
Raja Ampat termasuk kawasan yang mendapat program Destination Management Organization (DMO) yang diprakarsai Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. Koordinator DMO Raja Ampat Hengky Manurung mengatakan, dengan program DMO diharapkan Raja Ampat dapat menjaring 50 ribu wisatawan, baik lokal maupun mancanegara pada 2014.
“Tahun 2011 wisatawan yang mengunjungi Raja Ampat baru mencapai 21 ribu wisatawan. Rata-rata wisatawan yang berkunjung ke Raja Ampat termasuk high class dengan pengeluaran US$300-400 per hari,” jelas Hengky.
Hengky menjelaskan program kerja tim DMO Raja Ampat selama 2012 ini antara lain koordinasi antar-stakeholders dengan melakukan pertemuan stakeholders terkait di tingkat propinsi, kabupaten dan tingkat pusat. Kemudian pengembangan sumber daya manusia dengan cara pendampingan bagi masyarakat khususnya di lokasi Kampung Wisata, seperti pelatihan bahasa Inggris, hospitality, guiding, guide selam, wirausaha, serta bantuan fisik bagi Kampung Wisata misalnya pengadaan signage, tong sampah, dan lainnya.
Berwisata ke Raja Ampat memang bisa kapan saja. Tapi bulan Oktober atau November adalah saat yang tepat karena lautnya tenang. Jangan lupa membawa kamera bawah laut atau pembungkus kamera khusus anti air untuk mengabadikan pesona dan penghuni bawah lautnya. Jangan lupa juga membawa sunblock, sunscreen, topi, kaos yang nyaman untuk cuaca pantai, sepatu plastik atau sandal lapangan. Dan Jangan lupa bawa lotion anti nyamuk serta obat anti malaria.

