Home  »  Info Perjalanan  »  Tujuan Favorit  »  Ke Bali, Kunjungilah Museum Subak

Ke Bali, Kunjungilah Museum Subak

Kembali
On 18-07-2012, In Destination, by Merpati
museum_subak
Wed, 19 June
weather 24° C
Sebagian Berawan

Di Bali apabila kita bicara tentang sawah maka produk budaya lokalnya yaitu Subak tak bisa dilepaskan. Di St.Pittsburgh, Rusia, pada 20 Juni 2012 UNESCO (United Nations Educational,Scientific, and Cultural Organization) resmi menetapkan Subak menjadi warisan budaya dunia setelah pemerintah Indonesia memperjuangkannya selama  12 Tahun. Namun demikian, satu – satunya situs Subak di Bali (atau di Indonesia, di Dunia), yakni museum Subak Tabanan, kurang dikenal. Jangankan turis asing, warga lokalnya saja hanya sedikit yang menapakkan kaki disana.

Menurut sejarah, Subak atau suba krana (kerukunan yang baik), seperti tertulis pada lontar pajangan museum itu, sudah ada pada abad ke 14M. ada juga yang mengatakan bahwa Subak mulai eksis pada abad ke 7 Masehi, merujuk ke tulisan Nyoman S.Pendit di dalam buku Membangun Bali (Pustaka Bali post, 2001) yang dikutipnya dari riset tim Universitas Udayana. Menurut Dr.Goris, dibuku tersebut, Subak sudah ada sejak 600 an masehi.

 

 Sepi Turis

Museum, kata orang – orang, adalah situs asing, angker, kuno.buang – buang waktu begitu anggapan masyarakat, kalau mengunjunginya. Pendapat itu betul jika kacamatanya “Time is Money, waktu identik dengan uang. Bernasib seperti lansia yang di panti jompo, tak di tengok kerabatnya. Jangankan turis asing, mayoritas warga lokalnya saja tak peduli. Tetapi untunglah tak semua museum bernasib buruk.

 

Museum Geologi di Bandung adalah contohnya. Berlokasi di kawasan elite, dekat Gedung Sate (kantor Gubernur Jawa Barat), museum satu- satunya di Indonesia ini mempunyai kelebihan. Selain dikunjungi, ia pun dijadikan ajang studi oleh siswa-mahasiswa dari dalam dan luar Bandung, bahkan periset dari mancanegara. Secara fungsi bisa disetarakan dengan museum bertaraf internasional sekelas Louvre di Paris, Prancis.

 Bagaimana dengan museum Subak? Berapa pengunjunganya sebulan ? turis lokal atau mancanegara? Siswa, mahasiswa, periset, dosen ataukah orang awam? tentu diharapkan, setelah tetapan UNESCO ini, Museum Subak Tabanan menjadi kian banyak dikunjungi .saatnya Pemkab Tabanan berbenah dan merawat museum itu. Operasional untuk merawat museum, diakui, memang berat. Sudah minim dana regulernya, sepi juga pengunjungnya. Subsidi regular dari pemerintah harus ada,mesti ada alokasi dana yang signifikan di dalam anggaran daerah. Namun sejatinya, biaya operasional perawatan museum bisa diperoleh secara langsung dari pengunjung.

 Peluang mendapatkan pendapatan asli daerah dari sektor ini masih ada: dari pedagang, restoran dan parkir misalnya. Selain pajak retribusi di sektor ini tetap potensial. Tinggal sekarang sikap proaktif Pemkab Tabanan yang mampu melihat aset ekowisata yang sekaligus wisata sejarah ini. Tambahan lagi, Bali tetap menjadi tumpuan utama destinasi wisata di Indonesia.

Tujuan Populer Lainnya
museum_subak
Kawah Ijen
On 02 May 2012
museum_subak
Pulau Umang
On 02 May 2012
museum_subak
Kepulauan Raja Ampat
On 18 May 2012